Singkatnya, revolusi industri adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul.

Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Revolusi Industri 1.0 terjadi sekitar abad ke-18 dengan diawali terciptanya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1776. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.
Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua yaitu dipicu oleh ban berjalan dan listrik. Sedangkan revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis seperti komputer dan robot. Semua revolusi itu terjadi menggunakan revolusi sebelumnya sebagai dasar. Industri 2.0 takkan muncul selama kita masih mengandalkan otot, angin, dan air untuk produksi. Saat ini sedang berlangsung revolusi industri 4.0, yaitu sebuah revolusi industri di abad 21 di mana terjadi perubahan besar–besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi atau bahkan menghilangkan sekat–sekat antara dunia fisik, digital, dan biologi.
Revolusi ini ditandai dengan adanya pemanfaatan tekonologi–teknologi baru dalam berbagai bidang, seperti kecerdasan buatan, robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, Internet of Things, Printer 3D, dan kendaraan tanpa awak. Sebagaimana halnya dengan revolusi-revolusi industri sebelumnya, Industri 4.0 berpotensi meningkatkan kualitas hidup umat manusia di seluruh dunia.
Menpar meyakini, datangnya Era Creative atau Cultural Industry dalam revolusi industri 4.0 adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Karena cepat atau lambat akan menyisir hampir di seluruh sektor, tak terkecuali pariwisata. Menpar punya cara sendiri untuk menyambut revolusi industri 4.0 yang serba digital tersebut. Diantaranya adalah dengan menyiapkan platform digital dengan nama New ITX-Indonesia Tourism Exchange.
Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.
Platform tersebut adalah sebuah etalase produk pariwisata berwujud digital agar UMKM kecil, mikro, dan menengah tetap eksis dengan berjualan paket melalui digital marketplace.
Berikut beberapa perubahan yang terjadi di dunia pemasaran sebagai akibat dari Revolusi Industri 4.0:
- Pemasaran digital merupakan strategi utama pemasaran
Kini di masa Industri 4.0 komputer dan internet telah menjadi bagian dari seluruh aspek kehidupan manusia sehari – hari, mulai dari berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, hiburan, dan lain sebagainya. Perubahan – perubahan yang diakibatkan Industri 4.0 pada dunia industri dan perubahan perilaku konsumen telah memaksa terjadinya perubahan pada dunia pemasaran juga.

2. Bertambahnya perusahaan manufaktur yang menjangkau end user produknya secara langsung dengan pemasaran digital
Kini, semakin banyak perusahaan manufaktur di dunia ini yang membuka toko online sendiri atau memanfaatkan situs untuk memperpendek mata rantai distribusinya atau bahkan menjangkau end user produknya secara langsung.
Dan dengan semakin banyaknya perusahaan manufaktur yang menjangkau end user secara langsung melalui pemasaran digital, membuat kedua belah pihak tersebut diuntungkan.

3. Potensi pertumbuhan penjualan yang sangat besar
Digital marketing membuat perusahaan manufaktur di seluruh dunia mampu menjangkau pasar global dengan mudah, efisien, dan efektif. Dengan semakin mudah dan efisien dalam menjangkau end user, maka semakin mudah pula bagi industri manufaktur untuk meningkatkan penjualan dan profit-nya.

4. Data menjadi sangat penting
Dalam Industri 4.0, data yang detail menjadi sangat mudah diakuisi oleh para industri manufaktur, baik itu mengenai pengadaan bahan baku dari para supplier, pada saaat proses produksi, sampai pengiriman produk kepada end user. Data mengenai perilaku end user industri manufaktur pun menjadi lebih mudah didapatkan. Data–data yang sangat detail tersebut akan sangat diperlukan dalam membuat dan melaksanakan strategi pemasaran digital.
