Bali memiliki daya tarik yang bisa menggaet wisatawan dari berbagai belahan dunia. Pulau Bali ini punya beragam jenis wisata mulai dari alam, budaya, hingga kuliner. Tak heran Pulau Bali dinobatkan sebagai destinasi terbaik di dunia. Penghargaan ini diberikan oleh TripAdvisor lewat Travellers’ Choice Awards 2017. Mengutip situs resmi TripAdvisor, Bali menduduki peringkat pertama dari 25 destinasi terbaik di dunia. Mengalahkan destinasi-destinasi di Eropa, Amerika, sampai Timur Tengah. “Pulau Bali di Indonesia menjadi destinasi favorit baik untuk wisatawan yang butuh rileksasi sekaligus petualangan,” begitu ulasan tentang Bali yang dikutip dari situs TripAdvisor.

Hasil penilaian yang menetapkan Bali di urutan posisi di atas mempertimbangkan banyak aspek. Diantaranya adalah Bali dianggap berhasil menyediakan fasilitas akomodasi yang baik bagi para wisatawan. Ketersediaan banyaknya hotel di Bali untuk wisatawan, fasilitas wisata yang memadai, destinasi wisata yang unik di mata para wisatawan mancanegara, keindahan pesona alam yang terawat hingga pantai-pantai di Bali yang seolah menjadi magnet bagi para wisatawan. Pertimbangan ini menjadi alasan penting mengapa Bali meraih penghargaan tersebut.
Di Bali, kebudayaan dan adat masih sangat kental dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Banyak sekali kegiatan-kegiatan seni, budaya, hingga kegiatan-kegiatan adat yang masih di jaga oleh masyarakat di sana. Bahkan kegiatan ini dijadikan salah satu tujuan objek wisata yang ditunggu-tunggu.

Memiliki banyak tempat wisata, dan pengelolaan tempat wisata yang benar-benar baik, membuat Bali menjadi destinasi wisata yang harus dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup. Karena letak geografisnya, Bali memiliki wisata alam yang sangat banyak terutama untuk wisata pantai, laut, hingga pegunungan.
Bali yang kecil dan unik ini harus tetap dikembangkan sesuai konsep pariwisata budaya dan para pelaku pelaku pariwisata harus terus berbenah diri, meningkatkan kualitas SDM, menata objek wisata, dan promosi yang baik.
Perekonomian Bali mengandalkan Industri Pariwisata sebagai sektor terdepan, yang bertumpu pada panorama alam dan di dukung dengan adat istiadat serta seni budaya. Potensi tersebut harus dilestarikan dan ditumbuh kembangkan, untuk mempertahankan Bali sebagai tujuan wisata dunia yang berkualitas.
“Branding Bali yang begitu kuat sebagai jendela pariwisata dunia, tidak mungkin akan terhindar dari ritme cepat globalisasi dengan segala tantangannya. Dibutuhkan kecerdasan baru dalam meningkatkan daya saing, melalui kreativitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Hal ini telah ditunjukkan oleh UC Silver & Gold dengan karya patungnya yang tetap mencirikan budaya Bali, tentu ini menambah destinasi wisata di pulau Bali,” ungkapnya.
Dalam 5 tahun kedepan, pengembangan Pariwisata di Provinsi Bali secara bertahap akan diupayakan secara menyeluruh, sehingga mampu meningkatkan peran dan potensinya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Berbagai upaya akan ditempuh untuk mempertahankan keunggulan Bali sebagai daya tarik tujuan wisata, seperti membangun budaya bersih sehingga Bali tetap terpelihara kebersihan dan mampu memebebaskan Bali dari sampah, menjadikan Bali sebagai pembangunan green ekonomi

Selain itu, pengembangan destinasi pariwisata, seperti pengembangan desa wisata, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan usaha sarana pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya juga akan terus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnya. Selanjutnya juga mengembangkan infrastruktur jalan menuju obyek wisata, meningkatkan akses jalan dan memperpendek jarak tempuh dengan membangun shortcut. Pengembangan transportasi baik melalui darat, laut dan udara, seperti rencana pembangunan kereta api, pelabuhan udara Bali utara.

Gubernur Bali ingin sektor pariwisata Bali tetap eksis dan secara ekonomis mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Terkait dengan harapan tersebut, dalam berbagai kesempatan Pastika selalu mengingatkan agar pelaku pariwisata lebih waspada terhadap perubahan situasi sehingga dapat mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi makin ketatnya persaingan. Jika tidak peka, dia khawatir suatu ketika Bali akan tertinggal.
Menyikapi situasi ini, Pastika pun tak tinggal diam dan telah mengambil sejumlah langkah dan kebijakan strategis. Beberapa waktu yang lalu, Pastika menggelar simakrama yang diformat dalam acara sarasehan bertajuk pariwisata. Sejumlah praktisi dan pelaku pariwisata yang hadir memberi pandangan mereka terkait upaya untuk menghadapi persaingan. Mereka sepakat bahwa Bali harus tetap konsiten dan lebih serius menggarap quality tourism agar mampu memenangkan persaingan.

“Saya berharap para pelaku pariwisata beserta seluruh masyarakat Bali bersama-sama, untuk bersinergi menjadi bagian penting untuk bisa memberikan kontribusinya yang nyata untuk memajukan pariwisata di Provinsi Bali. Dengan adanya keterlibatan seluruh jajaran, tentu akan dapat memperkaya ide dan gagasan dalam menjaga pariwisata Bali, pada masa yang akan datang,” imbuh Cok Ace yang pada kesempatan tersebut disampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa.











